NEWS
DETAILS
Sabtu, 19 Sep 2026 09:29 - Ikatan Motor Honda Makassar

Asmo Sulsel — Kondisi busi menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga sistem pengapian sepeda motor tetap optimal. Salah satu hal yang perlu diperhatikan pengendara adalah ukuran celah antara elektroda tengah dan elektroda massa pada busi.

Astra Motor melalui artikel tips perawatan kendaraan yang diterbitkan 17 September 2026 menjelaskan, celah busi berfungsi menentukan proses loncatan bunga api yang dibutuhkan untuk membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar.

Jika celah tidak sesuai dengan spesifikasi, proses pembakaran dapat terganggu. Celah yang terlalu sempit dapat membuat percikan api kurang optimal, sedangkan celah yang terlalu lebar dapat membuat sistem pengapian bekerja lebih berat.

“Celah busi pada motor berfungsi menghasilkan loncatan bunga api yang membakar campuran bahan bakar dan udara di ruang bakar. Tanpa celah yang tepat, proses pembakaran menjadi tidak sempurna,” demikian penjelasan Astra Motor dalam materi edukasinya.

Dampaknya dapat dirasakan melalui sejumlah gejala, seperti motor sulit dinyalakan, tenaga mesin menurun, konsumsi bahan bakar meningkat, hingga suara mesin terasa kasar dan tidak merata.

Ukuran celah busi juga tidak bisa disamaratakan untuk seluruh sepeda motor. Spesifikasinya bergantung pada tipe dan kapasitas mesin.

Untuk sejumlah motor Honda, misalnya, celah busi yang digunakan berada pada rentang berbeda. Honda BeAT dan Vario 110 disebut menggunakan celah sekitar 0,6–0,7 mm, sedangkan sejumlah model 125 cc hingga 160 cc berada pada kisaran 0,8–0,9 mm.

Karena itu, pengendara disarankan tidak menentukan ukuran celah busi hanya berdasarkan perkiraan. Buku manual kendaraan atau rekomendasi pabrikan menjadi acuan utama.

Pemeriksaan celah busi dapat dilakukan menggunakan feeler gauge. Alat tersebut memungkinkan pengukuran jarak elektroda secara lebih presisi.

Pengendara yang menemukan ukuran celah tidak sesuai dapat melakukan penyesuaian secara hati-hati pada elektroda massa.

Setelah disetel, pengukuran perlu dilakukan kembali untuk memastikan ukurannya sesuai dengan spesifikasi.

Selain memperhatikan celah, kondisi fisik busi juga perlu diperiksa. Kerak karbon, perubahan warna elektroda, maupun kerusakan fisik dapat menjadi tanda bahwa busi membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Astra Motor menyarankan pemeriksaan celah busi mengikuti jadwal perawatan kendaraan dan rekomendasi pabrikan.

Jika pengendara tidak memiliki alat atau ragu melakukan penyetelan sendiri, pemeriksaan dapat dilakukan di bengkel resmi.

RELATED
NEWS